Sepak Bola
Liga 1 Indonesia, taktik tim nasional, dan analisis kompetisi Eropa dari sudut yang relevan untuk pembaca Indonesia.
Membaca olahraga Indonesia
dari sudut data dan strategi.
Sembilan tahun mengamati Liga 1, BWF, MotoGP, dan cabang olimpiade — menulis tanpa hot take, tanpa drama. Hanya analisis yang bisa dipertanggungjawabkan.
Liga 1 Indonesia, taktik tim nasional, dan analisis kompetisi Eropa dari sudut yang relevan untuk pembaca Indonesia.
BWF World Tour, performa pemain elite Indonesia, dan analisis taktik teknis di level individu maupun ganda.
Sirkuit Mandalika, performa pembalap, kalender global, dan analisis perubahan regulasi tahunan.
IBL, perkembangan basket akar rumput Indonesia, dan ekosistem NBA dari sudut pandang pembaca lokal.
Proliga, AVC, kompetisi nasional putra dan putri, plus dinamika kepelatihan dan rekrutmen pemain asing.
Panjat tebing, angkat besi, atletik, taekwondo — cabor strategis untuk medali Indonesia di Olimpiade berikutnya.
Perubahan struktur lini belakang setelah jeda turnamen Piala Asia membawa konsistensi yang sebelumnya hilang. Tiga tabel data menunjukkan pola yang menarik dari sisi xG, pressing tinggi, dan rotasi defender.
Ranking BWF turun, tapi statistik rally length naik. Ada paradoks taktik di balik penurunan hasil — dan ini bukan soal stamina seperti yang sering disebut media. Saya bedah lewat 8 pertandingan terakhir.
Setelah perak Veddriq dan emas Desak di LA, struktur kompetisi speed climbing sedang berubah cepat. Indonesia punya 3 atlet muda yang masuk top-10 dunia. Apa yang harus dilakukan FPTI dalam 24 bulan ke depan?
Dua tahun setelah reformasi besar, apa yang berubah di kompetisi usia muda di daerah? Saya menelusuri 6 SSB di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan untuk melihat realitas di lapangan, bukan klaim di siaran pers.
Karena olahraga terlalu cepat berubah untuk diklaim sebagai keahlian permanen. Yang bisa dilakukan secara konsisten adalah mengamati dengan disiplin — membaca data, menonton pertandingan dengan catatan, dan menulis tanpa terburu-buru memberi vonis.
Saya mulai menulis di 2015 untuk majalah kampus, kemudian menjadi kontributor untuk beberapa media olahraga nasional. Sejak 2021 saya bekerja independen — fokus pada analisis taktik dan editorial yang dibangun dari angka, bukan emosi.
Prinsip saya sederhana: tidak menulis prediksi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya menulis tentang bagaimana sebuah tim atau atlet bermain, mengapa mereka menang atau kalah, dan apa yang bisa dipelajari dari sana. Sisanya — tebakan skor, ramalan juara — bukan ranah saya.
Pembaca saya datang dari kalangan jurnalis, pelatih usia muda, mahasiswa olahraga, dan suporter yang ingin lebih dari sekadar narasi mainstream. Itu komunitas kecil tapi tajam — dan saya nyaman menulis untuk mereka.
Thread analisis pertandingan, breakdown taktik, dan reaksi cepat pasca laga.
Infografik analisis, kutipan tulisan, dan dokumentasi liputan langsung dari lapangan.
Video analisis taktik mingguan dengan visualisasi data dan replay pertandingan.
Esai panjang setiap Senin pagi — analisis mendalam yang tidak muat di Twitter.
Saya menerima undangan menulis, narasumber media, panelis diskusi olahraga, dan kolaborasi editorial jangka panjang.